Kamis, 19 Desember 2013

Puisi-puisi: Slem Reog



Hujan Di Matamu
hujan turun sekejab di halaman rumahmu
lalu pergi dengan resah di pundaknya
lantas gerimis pecah di matamu sebagai isyarat mendung
Bandung, 17 oktober 13



nujum mawar
jalan menuju kepulangan kita nanti
arahnya berbeda _sayang
apa kita tetap akan melaju
membunti angin yang pernah ceburu pada sajak mawar kita
atau kita tetap disini bermain gerimis yang memudar sebab rindu yang kita punya telah usang?

hujan kali ini sedang sakit jiwa
sebab kau musuhi sebagian puisi yang mengisahkan mawar dan harapan
Bandung 9/30/13

 
Pulang
pulang dan pergi
adalah adam dan hawa yang bercinta !
_ucapmu di stasiun terakhir itu, kekasih

dan bising kereta kau sulam sebagai doa dan bunga
lalu tumbuh hujan yang rekah dipipimu

sedangkan aku bermain petir
dan mengaji lagi pada rel yang tak punya surga itu

pulang dan pergi
adalah nama puisimu dulu
sedangkan sekarang menjelma cerita
ya cerita kepulangan dan kepergian kita yang tak punya nama
hanya kangen dan rindu yang menunggu di sebrang sana
_ucapmu ketika hujan mulai reda!

akhirnya bentang rel tua
menjelma garis runcing pelangi di matamu
10 oktober 2013

BIODATA PENULIS
Slem Reog nama lain dari Slamet Riyadi, lahir dan Besar Di Desa Lesong Daya  Batumarmar Pamekasan ,1993.Pernah nyantri di banyuanyar pamekasan  dipesantren ini sudah mulai menulis cerpen, skenareo teater, dan puisi disana bergabung dengan Teater Kertas, Samba (Sastrawan Muda Banyuanyar). Puisi puisinya termuat di pelbagai media massa dan termaktub dalam buku Indonesia dalam titik 13(antologi bersama penyair lintas daerah 2013) sore di tepi kali (2010), sepasang telaga berkisah (antologi bersama2010), bersama mahar kebebasan (antologi bersama 2013). di media radar Madura, Pontianak post, kabar Madura. Sering membawakan puisi diacara teater maupun jumpa seni di bandung ,dan Jakarta dll. Sekarang belajar di jurusan seni teater sekolah tinggi seni Indonesia STSI Bandung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar